Posted by: thetruth4world | January 5, 2009

Three Pilars of Satanic Finance

Tulisan ini saya buat setelah tercerahkan oleh buku dengan judul Satanic Finance yang ditulis oleh A. Riawan Amin. Saya sarankan untuk membacanya karena akan sangat berguna dan mudah dipahami bahkan oleh orang awam sekalipun. Banyak orang diantara kita merasa sistem perbankan konvensional modern adalah cara hidup dan pengelolaan keuangan yang sempurna dan sangat membantu meningkatkan perekonomian negara, ternyata…

Apa yang akan anda lakukan bila ternyata sistem perbankan yang sudah mapan dewasa ini merupakan suatu sistem yang membuat segelintir
orang menjadi kaya raya dan sebagian besar lainnya diperbudak oleh kemiskinan?
Apa yang akan anda lakukan bila sistem perbankan konvensional modern adalah suatu alat penjajahan manusia bahkan untuk menjajah negara lain?

saya teringat bagian dari buku edensor, salah satu tetralogi laskar pelangi karya Andrea Hirata yang juga menyatakan anti monetarist alias penganut prinsip ekonomi yang mengatakan bahwa perekonomian sangat tergantung pada keuangan. Alasannya akan saya paparkan pada tulisan berikut.

Pertama perlu saya jelaskan apa yang disebut “three pilars of evil” dari sistem perbankan konvensional modern.
1. Fiat Money (uang kertas)
2. Fractional Reserve Requirement (cadangan minimal uang di Bank)
3. Interest (Bunga atau Riba)

Ketiga hal inilah yang memperkokoh sistem perbankan yang sangat merusak hidup banyak manusia, oleh karena itu disebut three pilars of evil (tiga pilar setan)

FIAT MONEY
Henry Ford : “Ada baiknya bangsa Amerika tidak mengetahui asal-usul uang negara mereka, karena bila mereka tahu maka besok akan terjadi revolusi besar-besaran”.
Kutipan ini saya ambil dari Henry Ford yaitu pendiri perusahaan mobil Ford dan salah satu tokoh terpenting dalam sejarah Amerika modern. Mengapa orang sehebat ini menyatakan hal ini? pasti ada penyebabnya.
Dahulu kala orang mengenal uang dalam berbagai bentuk, diantaranya adalah kulit kerang, garam dll. Alat tukar ini pada prakteknya mudah mengalami kerusakan dan tidak tahan lama. Akhirnya setelah ditemukan emas, maka emas menjadi alat tukar yang paling sempurna dan dipakai lebih dari 12 abad. Fakta yang mengejutkan adalah bahwa emas adalah material yang langka sehingga sangat sesuai menjadi alat tukar dan produksinya selalu mengikuti produksi sektor riil sehingga nilainya stabil.
Bencana terjadi ketika uang kertas diperkenalkan oleh Yahudi melalui ksatria templar pada saat perang salib, dimana peziarah yang membawa emas harus menitipkan emasnya pada mereka dan peziarah diberikan surat jaminan dan dapat mencairkan emasnya kembali setelah sampai di kota yang dituju, tentunya dengan potongan pelayanan dengan besaran tertentu. Surat jaminan inilah yang merupakan cikal bakal uang kertas.
Dari dulu uang kertas berfungsi untuk menjamin bahwa seseorang memiliki emas dengan jumlah tertentu, namun ketamakan segelintir manusia yang memegang kekuasaan atas pencetakan uang mulai mencetak uang dengan seenaknya tanpa memiliki jaminan emas. Artinya uang bisa dihasilkan dari ruang hampa hanya perlu bermodalkan mesin pencetak. Inilah penyebab inflasi karena uang terlalu banyak beredar di masyarakat.
Perlu diketahui bahwa setiap kali bank sentral suatu negara mencetak sejumlah uang, maka pada saat itu juga masyarakat suatu negara bertambah miskin akibat inflasi, sedangkan pihak yang mencetak uang dapat semaunya membeli barang atau jasa tanpa perlu bersusah payah. Bayangkan hasil bumi suatu negara yang sulit diproduksi dapat dibeli hanya dengan kertas jaminan (utang) yang tidak bernilai. Sungguh ini merupakan sistem setan yang menyengsarakan umat manusia.
Pada awal kemunculan uang kertas, masyarakat menyimpan emasnya dengan surat jaminan dapat menukarkan surat jaminan itu setiap saat, sehingga masyarakat percaya akan kertas surat jaminan yang tidak bernilai secara intrinsik tersebut. Setelah masyarakat menjadi lebih percaya, emas yang mereka simpan menjadi sangat jarang mereka ambil karena yakin emasnya akan dapat diambil bila sewaktu-waktu
dibutuhkan. Para bankir yang tamak dan jahat melihat suatu peluang untuk melipat gandakan hartanya dengan suatu taktik licik yang sekarang menjadi kurikulum yang dipelajari oleh semua mahasiswa ekonomi dan perbankan. Taktik ini disebut Fractional Reserve Requirement.

FRACTIONAL RESERVE REQUIREMENT
Fractional Reserve Requirement adalah suatu peraturan pada perbankan yang mengharuskan setiap bank memiliki minimal 10% dari uang yang dikreditkan/dipinjamkan, artinya bila jumlah yang dikreditkan sebesar 100 juta, maka bank harus tetap memiliki dana cadangan yang dapat dicairkan sewaktu-waktu sebesar 10 juta (10%).

Apa yang salah dari sistem ini? bukankah benar tujuannya agar bila ada nasabah yang ingin mencairkan uangnya dapat mengambil dari cadangan tersebut. Maksudnya kan untuk berjaga-jaga. Semua orang akan terkejut bila mengetahui latar belakang dari salah satu pilar setan perbankan konvensional modern ini.

Cerita bersambung dari bagian sebelumnya dimana para bankir mengetahui dari pengalaman dan statistik sebagai pengelola uang yaitu bahwa setiap bulannya, ternyata hanya sekitar 10% saja dari seluruh emas ini yang ditukarkan kembali menjadi emas, ini terjadi akibat kepercayaan masyarakat terhadap uang kertas semakin tinggi dan betapa praktisnya menggunakan uang kertas sehingga masyarakat mulai menganggap uang kertas sebagai uang yang sebenarnya (seharusnya emas). Dari statistik inilah para bankir merasa dapat mencetak lebih banyak uang kertas (surat hutang) agar emas yang disimpan pada mereka menjadi optimal. Mereka mencetak sisa 90% lagi, misal emas 100 ribu keping = 100 ribu lembar uang kertas, namun tiap bulannya hanya 10 ribu keping emas yang kembali ditukarkan, oleh karena itu para bankir yang tamak pun mencetak 900.000 lembar uang kertas lagi, bukankah ini melebihi jumlah yang bisa dijamin oleh emas? tidak mengapa, toh dari statistik menyatakan masyarakat hanya menukar sebesar 10% dari cadangan emasnya. 10% dari 1 juta adalah 100 ribu keping emas, para bankir masih aman karena memang memiliki emas sejumlah itu. Karena strategi ini, harga barang menjadi naik karena uang yang beredar di masyarakat banyak sedangkan produksi barang tidak bisa mengimbanginya. artinya daya beli masyarakat menurun.

Masih ada satu pilar setan lagi yang mendukung kedua pilar lainnya yaitu interest alias bunga alias riba.

INTEREST (Bunga/Riba)
Interest atau riba dikatakan oleh albert einstein sebagai keajaiban dunia ke 8. Sebenarnya pernyataan ini menyatakan bahwa efek dari compunding interest yang diaplikasikan oleh perbankan konvensional modern sungguh dahsyat implikasinya terhadap dunia. tahukah anda bahwa sistem riba ini dapat dijadikan suatu strategi untuk mengambil alih aset seseorang bahkan aset suatu negara?

Mari kita sambung cerita dari dua pilar setan sebelumnya. setelah bank memberi kredit atau pinjaman yang jauh melebihi jumlah emas yang dimilikinya, mereka akan memungut suatu bayaran atas modalnya dengan interest/bunga tertentu. Mereka berdalih bahwa tambahan bayaran ini sebagai kompensasi dari uang mereka yang tidak produktif. Teori ini disebut NPV (Net Present Value) yang semua ekonom bahkan orang awam juga mengetahuinya. Apa yang berikutnya terjadi? karena uang kertas yang dikreditkan sangat besar, sedangkan uang aslinya yaitu emas tidak sebanyak itu, maka yang terjadi adalah sebagian orang dapat membayar hutang sekaligus bunganya tapi juga banyak yang tidak mampu melunasi hutangnya, uang untuk melunasi hutangnya darimana? toh jumlah emasnya saja tidak mencukupi. Perbandingan emas dan uang kertas adalah 10:90 (akibat sistem Fractional Reserve Requirement). Akhirnya terjadilah penyitaan aset seperti rumah dan properti lainnya. Dapat dilihat bahwa tiga pilar ini saling menyokong satu sama lain untuk menyengsarakan orang banyak dan sistem inilah yang sekarang disebut kapitalis.

Perlu kita ketahui bersama bahwa 3 pilar setan keuangan ini saling mendukung satu sama lain dan didesain dengan sempurna untuk para kapitalis. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk menguasai emas dunia yang merupakan harta dan uang yang sejati.

Semoga bacaan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan semoga kita dapat terhindar dari jebakan tiga pilar setan yang digunakan oleh prinsip perbankan konvensional modern ini. Pesan terakhir dari saya adalah kembalilah ke emas dalam investasi agar terhindar dari inflasi yang merupakan ulah dari manusia sendiri.


Responses

  1. ooohh begittuuu rupanya….mmmm

  2. ….Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk menguasai emas dunia…

    Tujuan “mereka” di atas SUDAH tercapai kok. Mas riset aja kompeni mana yang kuasai emas dunia. jadi seruan menjadikan emas sebagai mata uang, tetap menguntungkan “mereka”😛

    Fractional Reserve dan Riba emang ide sesat. Tapi soal medium uang, bukan kertas-nya yang jadi masalah, melainkan mekanisme penciptaan uang-nya yang ngawur: Debt Based Money System.Itu yang kudu dihujat.

    anyway, thanks 4 sharing.

  3. Terima kasih atas sharingnya mang Rosid, uang kertas memang bukan masalah melainkan mekanisme penciptaannya, saya sangat setuju itu. namun dengan menggunakan uang kertas, kita akan membuka kesempatan untuk berkembangnya mekanisme penciptaan uang yang “ngawur” tadi itu.
    Mengenai penggunaan emas sebagai alat tukar, saya rasa belum terlambat untuk menggunakannya, karena bila kita tidak segera beralih, maka emas akan semakin banyak dikuasai oleh para penjahat perbankan yahudi internasional. Ide sebenarnya para bankir yahudi internasional ini adalah menumpuk simpanan emasnya dan mendoktrin agar masyarakat banyak menggunakan uang kertas saja yang dibuat seolah-olah bernilai. dengan begini, sistem perbankan dan ekonomi dunia tidak bisa seimbang dan adil. Bila sekarang kita mulai mengubah paradigma bahwa uang kertas benar-benar bernilai dan mulai beralih ke emas, maka secara langsung kita telah mengamankan aset milik pribadi. Sebenarnya para penguasa emas dunia seperti the fed, rothschild dll sangat takut bila masyarakat dunia beralih ke emas dan meninggalkan uang kertas yang mereka cetak seenaknya. baca artikel saya tentang pembunihan JFK dan juga tentang penguasaan The Fed terhadap Amerika. Sekian Terima Kasih

  4. Sudah terbukti kenapa islam hanya memakail emas & perak sbg alat pembayaran. sangat disayangkan ya, kata sapa uang kertas bukan masalah?? medium kertas itu sendiri gak ada harganya, it just a papper, gak sebanding dengan fungsinya. suatu saat uang kertas tidak akan laku, sama juga halnya dengan pembayaran DIGITAL, spt atm, trans dll. btw saya izin copas ya, buat menuh2in forum. gabung yuk mas. thanks

  5. thanx atas komennya hxforum. saya setuju dengan anda. tapi masih ada sistem yang sedang dirancang oleh para bankir internasional yang mendukung zionis yaitu memasang chip sebagai alat tukar/ uang sehingga nantinya tidak ada lagi uang kertas, kartu kredit dll. semua manusia akan diperbudak tanpa memiliki apapun dan hanya terus bekerja dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

  6. Gan, mohon ijin buat share di FB ane ya. Makasih🙂

  7. […] SUMBER […]

  8. Saat seperti itulah (penggunaan chip sebagai mata uang) kiamat yang sesungguhnya dimulai…

  9. dan itu akan dimulai dengan penggunaan E-KTP yang sama fungsinya dengan RFID (Radio Frequency Identification)

    Be aware guys!!!

  10. sip.. saling share ya mas…

  11. lantas bagaimana caranya kita merobohkan 3 pilar tersebut?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: