Posted by: thetruth4world | January 12, 2009

The Unrevealed Secret of Fiat Money (Rahasia Tersembunyi Uang Kertas)

Sampai saat ini, semua orang menganggap uang kertas adalah benar-benar bernilai bahkan orang dapat saling bertikai dan bunuh-bunuhan untuk memperoleh uang kertas itu. Tahukan kita bahwa sebenanya uang kertas itu merupakan surat hutang yang dibuat seolah-olah uang sebenarnya? Pelajaran di sekolah bahkan kuliah hanya mempelajari fungsi uang, istilah nilai intrinsik, nilai nominal dan lainnya, namun pernahkah suatu buku pelajaran yang membahas kelemahan dan keburukan dari jenis uang ini (uang kertas)?.

Bila kita ingin mengetahui segala sesuatu tentang uang kertas (fiat money), maka kita sebaiknya berangkat dari asal mula penggunaan dan peruntukannya.

Beberapa sumber menyatakan bahwa yang pertama mencetak uang kertas adalah kaisar Wu Ti dari Cina yang menggunakan uang kertas pada abad kedua sebelum masehi. Setelah itu penggunaan uang kertas makin meluas hingga ke wilayah eropa dan kertas ini digunakan sebagai bukti kepemilikan logam berharga seperti emas dan perak.

Sebuah milestone menanjaknya popularitas uang kertas ini dimulai oleh para ksatria templar (Knight Templar) pada masa sesudah perang salib. Mereka juga mendirikan sebuah lembaga keuangan bernama Usury (riba).

Setelah Jerusalem jatuh ke tangan pasukan salib pada 1099, banyak peziarah dari eropa yang ingin mengunjungi kota suci ini. Para peziarah biasanya membawa emas sebagai alat tukar (uang) karena memang emas dan perak lah yang menjadi uang resmi pada masa itu. Pada kenyataannya para peziarah ini sering dirampok di tengah perjalanan oleh para perompak yang mengintai jalur eropa-jerusalem. Melihat fenomena ini, Ksatria Templar yang memang bersifat serakah dan tamak menemukan jalan keluar dari masalah ini dengan cara membentuk lembaga keuangan yang melayani simpan pinjam pertama di dunia bernama usury yang arti harafiahnya adalah riba/bunga.

Lembaga usury ini memberikan solusi keamanan bagi emas para peziarah dengan cara memberikan secarik kertas dengan sandi tertentu sebagai bukti bahwa peziarah tersebut memiliki emas dalam jumlah tertentu. Emas milik peziarah harus disimpan atau dititipkan kepada lembaga ini dan dapat digunakan untuk pengeluaran selama perjalanan lalu bisa kembali ditukar kembali dengan emas sesampainya di jerusalem atau sekembalinya di eropa, setelah dikurangi dengan biaya administrasi tentunya. Bisa dilihat bahwa sistem usury yang didirikan oleh templar ini sangat mirip dengan sistem perbankan konvensional dewasa ini, oleh karena itu usury disebut sebagai cikal bakalnya sistem perbankan yang digunakan saat ini.

Pada masa itu kekuasaan templar sangat besar, mereka hanya bertanggung jawab langsung kepada paus sebagai penjaga keamanan rute peziarah dari eropa menuju jerusalem. Karena wewenang yang diberikan ini, Templar bisa melakukan pemaksaan terhadap peziarah untuk menitipkan emasnya pada mereka.

Kertas-kertas jaminan memiliki emas yang diterbitkan templar ini merupakan surat hutang atau promis yang kedepannya berevolusi menjadi uang kertas (paper money atau Fiat money ).

Setelah perjalanan proses yang cukup lama, surat-surat sandi ini semakin banyak beredar dan semakin banyak pula orang yang menggunakannya karena lebih praktis, mungkin bisa disamakan dengan kartu debet atau kartu kredit pada masa kini dimana orang tidak perlu membawa uang yang sebenarnya, cukup surat hutang yang terus menerus berpindah tangan. Jumlah pengguna surat hutang ini semakin banyak juga disebabkan orang-orang telah percaya bahwa mereka dapat mengambil kembali emasnya bila suatu saat dibutuhkan. Akhirnya surat hutang ini pun berubah menjadi uang kertas yang mulai dianggap sama nilainya dengan emas, padahal uang kertas sama sekali tidak bernilai secara intrinsik. Perhatikan bahwa sistem ini sama persis dengan pengguna kartu debet dan nasabah suatu bank yang yakin uangnya dapat ditarik kembali bila suatu saat dibutuhkan, bedanya adalah dulu uang yang disimpan adalah emas yang merupakan uang sejati sedangkan sekarang uang yang disimpan adalah “surat hutang”, artinya terjadi turunan/derivasi sebanyak dua kali pada uang di masa kini (dulu surat hutang dijamin oleh emas, sekarang kartu debet dijamin oleh surat hutang).

Karena orang semakin percaya dengan “uang” ini, maka mereka makin jarang mengambil simpanan emasnya. Hingga keadaan ini, uang kertas masih tidak menimbulkan keburukan karena hanya digunakan sebagai pengganti uang yang sebenarnya. Bencana terjadi ketika para pewaris sistem perbankan templar ini mulai mencetak “uang” lebih banyak lagi melebihi cadangan emas yang dititipkan kepada mereka karena yakin bahwa para pemilik emas tidak akan menarik kembali emasnya secara tiba-tiba dan serentak, dengan kata lain mereka mencetak nota kosong karena memang tidak didukung oleh emas, prinsip sejenis ini disebut fractional reserve requirement yang penjelasannya dapat dibaca pada artikel “Three Pilars of Satanic Finance”.

Bencana apakah yang ditimbulkan oleh kegiatan mencetak uang melebihi cadangan emas ini?. Ketika uang dicetak melebihi jumlah cadangan emas, maka jumlah uang yang beredar di masyarakat akan menjadi besar sehingga menimbulkan inflasi yang menurunkan daya beli masyarakat, terlebih lagi bila jumlah uang yang dicetak jauh melebihi pertumbuhan sektor riil, ini akan berakibat pada hiperinflasi yang pernah terjadi di jerman pada tahun 1922. Bila uang yang dicetak disesuaikan dengan pertumbuhan sektor riil, maka hal ini akan mendukung perekonomian suatu negara, tapi kita selalu mendengar berita bahwa kita mengalami inflasi setiap bulan dan tahun, artinya bank sentral yang berhak mencetak uang telah mencetak uang secara berlebihan yang memiskinkan seluruh masyarakat.

Lebih buruknya lagi, dengan sistem perbankan yang menggunakan uang kertas, maka pihak yang memiliki hak untuk mencetak uang dapat menciptakan uang tanpa perlu modal apapun (create money from nothing). Cukup bermodalkan kertas saja dapat membeli emas, minyak dan sumberdaya alam lainnya. Ini semua merupakan ilusi yang sangat berbahaya.

Bahkan Marcopolo, seorang voyager (pengelana) dunia pun menyatakan kecemasannya terhadap uang kertas ketika berkunjung ke Cina yang pada saat itu telah menggunakan uang kertas. catatan Marcopolo mengatakan alat itu (uang kertas) memungkinkan penguasa untuk mendapatkan semua yang berharga tanpa modal apa-apa.

Sistem penggunaan uang kertas (Fiat money) inilah yang mengakibatkan terjadinya jurang pemisah antara sekelompok kecil yang semakin kaya dengan kebanyakan manusia yang semakin miskin bergerak melebar dari hari ke hari.

Setelah kita tahu bagaimana keburukan sejati yang dimiliki oleh Fiat money, maka kita bertanya adakah suatu uang yang adil, dimana tidak ada suatu pihak yang sangat diuntungkan sementara yang lain sangat dirugikan? jawabnya adalah “EMAS”. Pembahasan mengenai rahasia emas dapat dibaca pada artikel yang insya Allah akan dirilis berjudul : “Emas Adalah Mata Uang Surga”


Responses

  1. […] Sumber : […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: